Tiga Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang di Bogor, Warga Bergotong Royong Lakukan Perbaikan Sementara
Bogor – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hujan deras disertai angin kencang pada Senin (3/11/2025) sore menyebabkan sedikitnya tiga unit rumah warga ambruk di dua kecamatan, yakni Citeureup dan Cigombong. Peristiwa ini menambah daftar kejadian bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah Bogor selama musim hujan tahun ini.
baca juga : Polisi Patroli Cegah Tawuran-Balap Liar di Bogor, Remaja Nongkrong Dibubarkan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, tiga rumah tersebut mengalami kerusakan cukup parah pada bagian tembok dan atap. Peristiwa itu tersebar di Desa Gunungsari dan Desa Wanaherang di Kecamatan Citeureup, serta Desa Ciadeg di Kecamatan Cigombong. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa hujan deras yang disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, warga tidak menyangka hembusan angin akan sekuat itu hingga mampu merobohkan bagian bangunan rumah.
“Dikarenakan hujan deras disertai angin di wilayah Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, satu unit rumah terdampak cukup parah. Tembok samping dan bagian tengah kamar tidur ambruk dan menimpa ruangan tengah,” kata Adam dalam keterangannya, Selasa (4/11/2025).
Menurut Adam, pemilik rumah sempat panik saat mendengar suara keras dari arah kamar tidur. Beruntung, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum tembok runtuh sepenuhnya. Setelah kejadian, warga sekitar langsung berdatangan untuk membantu evakuasi barang-barang berharga dan membersihkan puing bangunan.
Rumah di Citeureup Rata dengan Tanah
Kerusakan lebih parah terjadi di Desa Wanaherang, Kecamatan Citeureup. Sebuah rumah yang dihuni tiga jiwa ambruk di bagian atap dan tembok ruang tengah. Kondisi bangunan yang sudah rapuh membuat rumah tak mampu menahan terjangan angin.
“Rumah itu memang sudah lapuk. Saat angin kencang menerjang pada Senin sore, dinding dan atap langsung roboh. Kami sudah minta penghuni untuk mengosongkan ruangan terdampak karena berpotensi runtuh kembali bila terjadi hujan deras atau angin susulan,” jelas Adam.
BPBD bersama perangkat desa kemudian meninjau lokasi dan membantu warga memasang terpal di bagian atap untuk sementara. Mereka juga menyalurkan bantuan logistik berupa bahan bangunan darurat, makanan siap saji, serta peralatan kebersihan.
Kerusakan Meluas ke Kecamatan Cigombong
Tak hanya di Citeureup, cuaca ekstrem juga melanda wilayah selatan Bogor. Di Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, satu rumah milik warga mengalami kerusakan di bagian atap dan dinding ruang tengah. Rumah tersebut dihuni oleh tiga orang yang kini sementara mengungsi di rumah kerabat terdekat.
“Dinding dan atap ruang tengah serta kamar ambruk akibat hujan deras disertai angin kencang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Warga berhasil keluar sebelum bagian bangunan roboh,” ujar Adam.
Ia menambahkan, tiga rumah yang rusak kini sudah diperbaiki secara darurat oleh pemiliknya dibantu warga sekitar. Proses perbaikan dilakukan secara gotong royong menggunakan bahan seadanya sambil menunggu bantuan tambahan dari pemerintah daerah.
“Rumah yang ambruk temboknya sudah dirapikan oleh warga setempat dengan cara bergotong royong. Masyarakat Bogor selalu kompak dalam menghadapi situasi seperti ini,” tambahnya.
BPBD Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem
BPBD Kabupaten Bogor mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Menurut BMKG, wilayah Bogor masuk dalam kategori rawan bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, longsor, dan banjir akibat meningkatnya intensitas hujan pada awal November ini.
Adam menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan menyiagakan tim reaksi cepat di setiap kecamatan. Selain itu, BPBD juga bekerja sama dengan pemerintah desa untuk memperbarui data rumah warga yang berisiko tinggi mengalami kerusakan saat cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi bangunan rumah, terutama yang sudah tua dan memiliki struktur rapuh. Jika terjadi angin kencang, segera cari tempat aman dan hindari berlindung di bawah pohon atau tiang listrik,” tegasnya.
Selain itu, BPBD juga mendorong warga untuk rutin membersihkan saluran air, memangkas cabang pohon besar yang dekat dengan rumah, dan memperkuat atap menggunakan pengikat tambahan agar tidak mudah terlepas ketika diterpa angin kencang.
Warga Masih Trauma
Sementara itu, salah satu warga terdampak di Desa Wanaherang, Rohani (46), mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut. Ia mengatakan angin datang tiba-tiba disertai suara gemuruh dari arah barat. Dalam hitungan menit, bagian atap rumahnya terangkat dan jatuh menimpa ruang tengah.
“Saya lagi di dapur, tiba-tiba angin seperti pusaran datang. Genteng langsung beterbangan, tembok retak, lalu ambruk. Untung saya dan anak bisa keluar lebih dulu,” ujar Rohani dengan nada bergetar.
Kini, Rohani dan keluarganya tinggal sementara di rumah tetangga sambil menunggu perbaikan selesai. Ia mengucapkan terima kasih kepada warga dan petugas BPBD yang cepat datang memberikan bantuan.
“Warga banyak yang bantu bersih-bersih, BPBD kasih bantuan makanan dan terpal. Kami bersyukur tidak ada yang terluka, hanya rumah saja yang rusak,” tambahnya.
Langkah Lanjut Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Bogor berencana menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah rusak melalui program tanggap darurat bencana. Kepala BPBD menyebut, pihaknya tengah melakukan pendataan untuk memastikan tingkat kerusakan sebelum memberikan bantuan lebih lanjut.
“Kami akan usulkan bantuan perbaikan ke dinas terkait setelah pendataan lengkap. Fokus utama saat ini adalah memastikan warga terdampak memiliki tempat tinggal sementara yang aman dan layak,” ujar Adam.
Dengan kejadian ini, BPBD kembali mengingatkan bahwa November hingga Januari merupakan puncak musim hujan di wilayah Bogor. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menganggap enteng tanda-tanda cuaca ekstrem.
baca juga : Pohon Tumbang Timpa Angkot di Jalan Pajajaran Bogor
“Bogor ini wilayah pegunungan dengan curah hujan tinggi. Kalau hujan deras disertai angin, risikonya bisa sangat besar. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan korban dan kerugian,” pungkas Adam.






