Bogor – Dugaan Korupsi Banjarmasin Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin pada Rabu pagi (18/11), terkait dengan dugaan kasus korupsi yang melibatkan beberapa pejabat di dinas tersebut.
Penggeledahan ini berlangsung selama lebih dari 4,5 jam, dan melibatkan sejumlah jaksa penyidik serta petugas lain yang terlibat dalam penyelidikan kasus tersebut.
Kantor yang terletak di Jalan A. Yani Banjarmasin itu disegel sementara oleh pihak Kejari, yang membawa sejumlah barang bukti berupa dokumen-dokumen penting yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi. Proses penggeledahan dimulai pada pukul 09.00 WITA dan berakhir sekitar pukul 13.30 WITA.
Kejari Banjarmasin belum memberikan pernyataan resmi terkait barang bukti yang berhasil diamankan, namun sumber-sumber di lapangan mengindikasikan bahwa dokumen yang diambil mencakup laporan anggaran proyek dan dokumen kontrak yang sedang berjalan di Dinas PUPR.
Dugaan Korupsi Banjarmasin Dugaan Korupsi Anggaran Proyek Infrastruktur
Menurut informasi yang diperoleh, penggeledahan ini merupakan bagian dari penyelidikan dugaan korupsi yang terkait dengan pengelolaan anggaran proyek infrastruktur di Kota Banjarmasin.

Baca Juga : Viral Jambret Gasak HP Bocah di Bogor
Proyek-proyek tersebut diduga sarat dengan manipulasi anggaran, mark-up harga, serta penyalahgunaan wewenang yang melibatkan beberapa pejabat di Dinas PUPR.
Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Muhammad Fadli, yang memimpin langsung penggeledahan tersebut, menyatakan bahwa pihaknya sedang mendalami dugaan penyalahgunaan anggaran yang digunakan dalam proyek-proyek yang sedang berjalan.
Kami sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan anggaran proyek di Dinas PUPR Banjarmasin. Hari ini kami melakukan penggeledahan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dengan kasus ini,” ujar Fadli kepada wartawan setelah proses penggeledahan selesai.
Fadli menambahkan, pihaknya juga akan memanggil sejumlah pejabat yang terlibat dalam proyek-proyek tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Meski begitu, ia belum mau menyebutkan siapa saja yang akan dipanggil dalam waktu dekat.
Kejadian yang Memicu Penggeledahan
Penggeledahan ini berawal dari laporan masyarakat dan investigasi internal yang mencurigai adanya ketidakwajaran dalam pengelolaan dana proyek infrastruktur di Dinas PUPR Banjarmasin.
Sebelumnya, beberapa media lokal juga telah melaporkan adanya dugaan mark-up harga dalam beberapa proyek pembangunan jalan dan jembatan yang dikerjakan oleh dinas tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ada ketidaksesuaian antara anggaran yang diajukan dengan kualitas pengerjaan proyek, yang seharusnya dapat mempengaruhi anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.
Dugaan ini semakin menguat setelah adanya laporan dari sejumlah kontraktor yang tidak puas dengan cara pembayaran dan proses tender yang tidak transparan.
“Saya sangat prihatin dengan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran di lingkungan pemerintahan Kota Banjarmasin.
Proses Penggeledahan dan Penyitaan Barang Bukti
Beberapa staf Dinas PUPR juga tampak memberikan penjelasan kepada jaksa penyidik mengenai dokumen yang diambil.
Sumber yang berada di lokasi kejadian menyebutkan bahwa penggeledahan ini berlangsung cukup ketat. Pihak Kejari memeriksa setiap ruang di kantor Dinas PUPR, termasuk ruang staf, ruang kepala dinas, hingga ruang arsip. Beberapa perangkat komputer juga dibawa untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan data dan informasi yang ada di dalamnya.
Kejari Banjarmasin juga dilaporkan telah melakukan penyitaan terhadap beberapa barang bukti yang dianggap penting untuk proses penyelidikan. “Kami mengambil dokumen-dokumen yang dianggap relevan dalam proses penyidikan ini. Semua langkah ini kami lakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin.
Dugaan Keterlibatan Pejabat Tinggi
Bahkan, ada indikasi bahwa oknum-oknum tertentu yang memiliki akses langsung terhadap anggaran proyek bisa saja terlibat dalam praktik-
Proyek-proyek ini, yang seharusnya memiliki dampak positif bagi masyarakat, malah diselewengkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Kejari Banjarmasin juga menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus ini dengan memeriksa lebih lanjut bukti-bukti yang telah ditemukan.
Reaksi dari Warga dan Aktivis Antikorupsi
Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Banjarmasin ini mendapat perhatian serius dari masyarakat dan aktivis antikorupsi. Banyak warga yang mendukung langkah Kejari Banjarmasin untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut. Beberapa aktivis antikorupsi bahkan menyatakan bahwa penggeledahan ini adalah langkah yang sangat positif untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Korupsi memang harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Kami mendukung penuh langkah Kejari Banjarmasin yang berani mengungkap kasus ini.
Sementara itu, sejumlah anggota dewan juga menyatakan bahwa mereka akan memberikan dukungan penuh kepada kejaksaan dalam penyelidikan ini. Mereka mengingatkan agar proses hukum dilakukan secara transparan dan objektif, tanpa ada intervensi dari pihak-pihak yang berkepentingan.
Penutupan: Harapan akan Penegakan Hukum
Dugaan korupsi di Dinas PUPR Banjarmasin ini menjadi contoh penting mengenai pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.
Masyarakat Banjarmasin, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur, tentunya berharap agar kasus ini segera terungkap dengan jelas.






