Bogor – Seorang ibu tiri berinisial RN (34) tega menganiaya anak tirinya, bocah laki-laki berusia enam tahun, hingga meninggal dunia di kawasan Rawa Panjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelaku berdalih kesal karena korban dianggap bandel dan sulit diatur.
baca juga : Kucing Sedang Dililit Ular, Warga di Bogor Lapor Damkar
“Pelaku mengaku kesal karena korban bandel, nakal, dan puncaknya terjadi pada Minggu ketika disuapi, korban tidak mau makan,” ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi, Rabu (22/10/2025).
Sering Dianiaya Sebelum Tewas
Made mengungkapkan, korban ternyata sudah sering mengalami penganiayaan sejak awal Oktober. Pelaku RN kerap melampiaskan amarahnya kepada sang anak tiri tanpa alasan jelas.
“Iya, korban sudah sering dianiaya sejak awal bulan,” kata Made.
Kasus ini mencapai puncaknya pada Jumat, 17 Oktober 2025, saat RN kembali melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan gagang sapu. Bocah malang itu mengalami luka di sekujur tubuhnya. Setelah empat hari mengalami siksaan, korban akhirnya meninggal dunia.
Polisi Akan Lakukan Ekshumasi
Untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi berencana mengekshumasi jasadnya di TPU Kalang Anyar, Bojonggede, pada Kamis (23/10/2025) pukul 10.00 WIB.
“Ekshumasi dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian melalui pemeriksaan forensik,” jelas Made.
Langkah ini, kata Made, penting dilakukan karena kasus tersebut termasuk dalam kategori kematian tidak wajar.
“Ekshumasi biasanya dilakukan untuk kepentingan peradilan dan penyidikan, terutama dalam kasus pembunuhan, kekerasan, atau dugaan kelalaian medis,” tambahnya.
Selain tujuan forensik, ekshumasi juga dapat dilakukan untuk identifikasi identitas jenazah atau pemindahan makam atas permintaan keluarga.
RN Ditahan dan Ditetapkan Tersangka
Usai penyelidikan intensif, polisi resmi menetapkan RN sebagai tersangka. Pelaku kini ditahan di Polres Metro Depok untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi anak di sekitar dan segera melapor jika menemukan indikasi kekerasan domestik.
baca juga : Heboh Kresek Tergantung di Tiang Portal di Bekasi Berisi Jasad Bayi Perempuan
“Peran masyarakat sangat penting agar kasus seperti ini tidak terulang,” tutup Made.






