Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Jejak Pengakuan Palestina dari Kebun Tropis Istana Bogor 1954

Skintific

Bogor – Jejak Pengakuan Palestina Tahun 1954 menjadi momen bersejarah dalam hubungan diplomatik Indonesia dengan dunia internasional, khususnya Palestina.

Di tengah hembusan angin dari pepohonan tropis Istana Bogor, sebuah keputusan besar pernah diambil oleh Presiden Soekarno.

Skintific

Dari istana yang dikelilingi ribuan jenis tanaman, Soekarno menyampaikan tekad Indonesia untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Langkah ini bukan hanya simbolik, tetapi menjadi tonggak awal peran aktif Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa tertindas.

Istana Bogor, yang kala itu menjadi tempat pertemuan para pemimpin nasional dan tamu luar negeri, menjadi saksi sunyi dari kebijakan luar negeri yang berpihak pada keadilan.

Soekarno dengan lantang menyatakan bahwa Indonesia tidak akan mengakui Israel sebelum Palestina merdeka.

Pernyataan itu mengejutkan dunia, sebab saat itu belum banyak negara yang secara terbuka mendukung Palestina.

Di ruang terbuka yang rindang, Soekarno berdiskusi panjang bersama para tokoh luar negeri dan penasihatnya tentang krisis Timur Tengah.

Baginya, kemerdekaan adalah hak segala bangsa, termasuk Palestina yang sedang menghadapi penjajahan dan pengusiran massal.

Jejak Pengakuan Palestina
Jejak Pengakuan Palestina

Dari balik jendela besar Istana Bogor, lahir sikap tegas yang menjadi dasar konsistensi politik luar negeri Indonesia hingga kini.

 

 

Baca Juga : Mobil Terperosok Got Usai Gagal Nanjak di Bogor

Kebun tropis di sekitar istana menyimpan banyak cerita, salah satunya adalah momen perenungan Soekarno tentang penderitaan bangsa Palestina.

Ia menyamakan perjuangan mereka dengan perjuangan bangsa Indonesia yang baru beberapa tahun lepas dari penjajahan Belanda.

Dalam catatan sejarah, Indonesia menjadi salah satu negara pertama di Asia yang menunjukkan solidaritas pada Palestina.

Dukungan itu tidak berhenti pada pernyataan, tapi juga lewat forum internasional seperti Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung.

Di forum tersebut, Soekarno mengajak negara-negara Asia dan Afrika untuk bersatu melawan kolonialisme dalam segala bentuknya.

Palestina, meskipun belum merdeka, disebut secara eksplisit sebagai

Jejak pengakuan ini menjadi bukti bahwa isu Palestina bukan hal baru bagi Indonesia, tapi bagian dari semangat anti-kolonial yang mendarah daging.

Skintific