Bogor – Maskapai Ini Wajibkan Sebuah maskapai penerbangan baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah menerapkan kebijakan yang mewajibkan penumpang bertubuh plus-size untuk membeli dua tiket pesawat.
Maskapai menjelaskan bahwa penumpang yang tidak dapat duduk dengan nyaman di satu kursi, atau membutuhkan sabuk pengaman tambahan, diminta untuk memesan dua kursi.

Baca Juga : Napak Tilas Sejarah Kopi di Bogor, Pernah Jadi Bekal Perang untuk Pahlawan ke Medan Tempur
Kebijakan ini mendapatkan reaksi beragam dari publik, dengan sebagian mendukung karena alasan keselamatan, dan sebagian lainnya menganggapnya diskriminatif.
Beberapa kelompok advokasi hak penyandang disabilitas dan tubuh besar menyayangkan kebijakan ini
Mereka menilai, seharusnya maskapai memberikan solusi yang lebih inklusif dan tidak membebani penumpang bertubuh besar secara finansial.
Di sisi lain, ada juga penumpang reguler yang merasa kebijakan ini adil, karena mereka sering merasa tidak nyaman saat duduk di sebelah orang bertubuh besar.
Maskapai berdalih bahwa mereka hanya mengikuti standar keselamatan penerbangan yang berlaku secara internasional.
Beberapa negara memang telah memiliki regulasi yang memungkinkan maskapai meminta pembelian dua tiket apabila kapasitas kursi tidak cukup untuk satu penumpang.
Selain itu, pihak maskapai menyatakan bahwa penumpang yang membeli dua tiket akan mendapatkan pengembalian dana sebagian jika penerbangan tidak penuh.
Namun, banyak pihak menyoroti bahwa maskapai bisa mencari solusi alternatif seperti menyediakan kursi khusus atau memperluas desain kursi kabin.
Maskapai juga menawarkan layanan konsultasi sebelum keberangkatan untuk membantu penumpang menentukan apakah mereka membutuhkan dua kursi atau tidak.
Dalam proses iniĀ check-in, staf maskapai akan melakukan penilaian secara sopan dan profesional untuk menghindari insiden memalukan ini.
Sebagian besar warganet meminta maskapai untuk lebih berhati-hati dalam menerapkan kebijakan ini agar tidak menyinggung sensitivitas sosial..
ini Mereka juga menekankan pentingnya komunikasi yang empatik antara maskapai dan penumpang terkait hal ini.
Maskapai ini berjanji akan terus mengevaluasi dampak dari kebijakan tersebut dan membuka ruang untuk dialog dengan komunitas serta pelanggan.






