Bogor – Mayat Pria di Semak Misteri penemuan mayat pria di semak-semak pinggir Tol Jagorawi Km 30 arah Jakarta, yang sempat menggegerkan warga dan pengguna jalan, akhirnya mulai terungkap. Setelah melalui proses penyelidikan dan identifikasi sidik jari, polisi memastikan bahwa korban adalah seorang warga Depok bernama Dimas Pratama (34).
Penemuan jasad ini pertama kali dilaporkan oleh petugas kebersihan tol pada Sabtu (9/11/2025) pagi, sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, saksi melihat sesuatu yang mencurigakan di balik rimbunan semak setinggi dada orang dewasa, tak jauh dari bahu jalan.
“Awalnya dikira boneka karena posisinya terlentang dan tertutup dedaunan. Tapi setelah didekati, ternyata jasad manusia,” ujar Rohman (42), petugas kebersihan yang menemukan korban pertama kali, Minggu (10/11).
Sontak, ia langsung melapor kepada petugas patroli tol dan kepolisian. Tak lama berselang, Tim Inafis Polres Bogor tiba di lokasi dan melakukan olah TKP.
Kondisi Jasad Saat Ditemukan
Menurut keterangan polisi, jasad ditemukan dalam kondisi pakaian masih lengkap, mengenakan kaus hitam dan celana jeans biru. Namun terdapat luka di bagian kepala dan leher yang diduga akibat benturan benda tumpul. Di sekitar lokasi, polisi juga menemukan jejak ban kendaraan dan bercak darah di rumput.
“Kami menduga korban sudah meninggal sekitar 24 jam sebelum ditemukan. Tidak ditemukan identitas diri di lokasi,” jelas Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Riza Maulana.
Tim forensik kemudian membawa jasad ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Mayat Pria di Semak Hasil Identifikasi: Warga Depok, Pekerja Swasta

Baca Juga : Viral Taksi Online Kena Pungli di Puncak Bogor, Pelaku Diamankan
Hasil pemeriksaan sidik jari dan pencocokan data e-KTP akhirnya mengungkap identitas korban. Korban diketahui bernama Dimas Pratama (34), warga Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
Dimas merupakan karyawan swasta yang sehari-hari bekerja di salah satu perusahaan logistik di kawasan Cibubur. Kabar penemuan jasadnya membuat keluarga syok dan tidak percaya.
“Dia terakhir pamit mau ke tempat kerja Jumat pagi. Setelah itu nggak ada kabar. Nomor ponselnya juga tidak bisa dihubungi,” ujar Ari Wibowo (39), kakak korban, saat ditemui di rumah duka, Senin (11/11).
Keluarga baru mengetahui kabar duka setelah polisi datang membawa foto hasil identifikasi. Dari ciri fisik dan pakaian, keluarga membenarkan bahwa jasad tersebut adalah Dimas.
Dugaan Awal: Korban Penganiayaan dan Dibuang di Lokasi
Polisi menduga kuat bahwa korban tewas bukan karena kecelakaan tunggal, melainkan menjadi korban penganiayaan atau pembunuhan yang jasadnya kemudian dibuang di lokasi kejadian.
Dugaan itu muncul karena di tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan, sementara di sekitar TKP tidak ditemukan kendaraan atau barang milik korban.
“Ada luka di kepala dan punggung yang tidak sesuai dengan benturan alami dari kecelakaan. Kami menduga korban dibunuh di tempat lain lalu dibuang ke area semak Tol Jagorawi,” kata AKP Riza.
Tim Reskrim kini tengah menelusuri rekaman CCTV dari sejumlah titik tol dan pintu keluar terdekat, termasuk di kawasan Cibinong dan Cimanggis, untuk melacak pergerakan kendaraan yang melintas pada malam sebelum korban ditemukan.
Petunjuk dari Ponsel dan Sepatu
Dalam pengembangan kasus, polisi menemukan ponsel dan sepatu korban sekitar 200 meter dari lokasi jasad. Barang-barang tersebut ditemukan oleh tim gabungan yang melakukan penyisiran lanjutan pada Minggu sore.
Ponsel korban dalam keadaan rusak dan diduga dibanting. Namun dari kartu SIM yang masih tertinggal, polisi berhasil mengakses sebagian riwayat panggilan terakhir korban.
“Kami sedang menelusuri siapa orang terakhir yang berkomunikasi dengan korban. Dari sana mudah-mudahan bisa mengarah ke pelaku,” ujar Riza.
Tetangga Sebut Korban Pribadi Baik
Warga sekitar rumah korban di Depok mengaku kaget dengan kabar kematian Dimas. Menurut tetangganya, Dimas dikenal sebagai sosok ramah dan pendiam yang jarang terlibat masalah.
“Anaknya baik, nggak neko-neko. Paling kerja, pulang, kadang bantu ibunya di rumah. Nggak pernah ada cerita aneh,” kata Lina (45), salah satu tetangga korban.
Namun, beberapa hari sebelum menghilang, korban sempat bercerita kepada temannya bahwa ia merasa “ada yang mengikutinya”. Hal ini kini menjadi perhatian polisi untuk mencari kemungkinan adanya konflik pribadi atau utang-piutang yang berujung pada tragedi.
Keluarga Minta Keadilan
Pihak keluarga korban berharap agar pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Mereka juga meminta polisi transparan dalam mengungkap kasus ini agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.
“Kami serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian, tapi kami mohon keadilan. Adik saya tidak pantas diperlakukan seperti ini,” ujar Ari dengan mata berkaca-kaca.
Keluarga juga telah menjemput jenazah dari RS Polri Kramat Jati dan memakamkan almarhum di TPU Pondok Rajeg, Depok, Senin pagi. Suasana pemakaman berlangsung haru dan penuh duka.
Polisi Bentuk Tim Khusus
Untuk mempercepat pengungkapan, Polres Bogor bekerja sama dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya membentuk tim gabungan. Fokus utama mereka saat ini adalah mengumpulkan bukti digital dan mencari saksi yang mungkin melihat aktivitas mencurigakan di sekitar Km 30 Tol Jagorawi pada Jumat malam.
Selain itu, polisi juga akan memeriksa beberapa rekan kerja korban yang terakhir berkomunikasi dengannya.
“Kami yakin kasus ini bisa segera terungkap. Kami mohon masyarakat yang memiliki informasi apa pun agar segera melapor,” kata AKP Riza.
Penutup: Duka dan Peringatan
Kasus penemuan mayat Dimas Pratama di semak Km 30 Tol Jagorawi menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan pentingnya keamanan dan kewaspadaan di jalan raya. Lokasi yang sepi dan minim penerangan kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menghilangkan jejak.
Kini, polisi terus bekerja untuk mengejar pelaku dan mengungkap motif di balik pembunuhan ini. Sementara itu, keluarga korban hanya bisa berharap agar keadilan segera ditegakkan.
“Kami percaya polisi akan menemukan siapa yang tega melakukan ini,” ujar ibu korban, Sulastri (60), dengan suara lirih. “Yang penting pelakunya jangan dibiarkan lepas begitu saja.”
Jasad Dimas kini telah dimakamkan dengan layak, namun misteri siapa yang tega mengakhiri hidupnya masih menjadi tanda tanya besar yang menanti jawaban dari penyidik kepolisian.






