Bogor – Pegawai Toko Kasus penggelapan uang kembali mengguncang dunia ritel lokal. Kali ini, kejadiannya terjadi di kota Purwokerto, Jawa Tengah.
Seorang pegawai toko berinisial RA (28) terciduk setelah terbukti menggelapkan uang kasir toko tempat ia bekerja.
Jumlah uang yang digelapkan pun tidak main-main, mencapai Rp 480 juta selama beberapa bulan terakhir.
Aksi RA terungkap setelah pemilik toko merasa ada ketidaksesuaian antara laporan penjualan dan saldo kas toko.
Awalnya, pemilik toko mengira ada kesalahan pembukuan atau sistem, namun setelah audit internal dilakukan, ditemukan adanya indikasi kecurangan sistematis.
RA diketahui bekerja di toko tersebut selama hampir dua tahun dan dikenal sebagai karyawan yang ramah serta rajin.
Justru karena reputasinya yang baik, tidak ada yang mencurigai RA bisa melakukan tindakan penyelewengan seperti ini.

BacaJuga : Jasad Pria Nyangkut di Curug Seribu Bogor Diduga Warga yang Hilang 9 Hari
Namun ini dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa RA secara rutin mengambil uang dari laci kasir dan memanipulasi laporan keuangan.
Modus yang digunakan cukup rapi: RA akan mencatat transaksi penjualan sebagian saja, lalu menyimpan selisih uang tunai.
Aksi itu dilakukan hampir setiap hari, dan karena nilainya tidak terlalu besar per hari, ini ia berhasil mengelabui sistem dan rekan kerja.
Setelah lima bulan, jumlah akumulatif uang yang digelapkan mencapai hampir setengah miliar rupiah.
Menurut penyelidikan kepolisian, uang tersebut digunakan RA untuk foya-foya, seperti liburan, belanja barang mewah, dan hiburan malam.
Bahkan, polisi menemukan bukti pembelian gadget terbaru, perhiasan emas, serta transaksi di aplikasi pinjaman online.
RA juga diketahui sering memamerkan gaya hidup mewah di media sosialnya, namun tidak ada yang menaruh curiga karena ia mengaku mendapat warisan.
Setelah bukti cukup kuat, pihak toko melaporkan RA ke pihak kepolisian, dan ia ditangkap tanpa perlawanan di kos-kosannya di daerah Sokaraja.
Saat diperiksa, RA mengakui semua perbuatannya dan menyatakan bahwa awalnya ia hanya “meminjam” uang toko untuk kebutuhan mendesak.






