Bogor – Pemkab Bogor Lampu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kini kembali mencuat dalam wacana rencana pembangunan kereta gantung atau cable car di kawasan wisata Puncak
Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, menyampaikan bahwa Pemkab telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai proyek ini.

Baca Juga : 59 Korban Gedung Majelis Ambruk di Bogor Masih Jalani Perawatan
Lebih penting lagi, menurut Asmawa Tosepu, pemerintah pusat melalui Kemenhub sudah memberikan lampu hijau bagi rencana pembangunan tersebut.
Rencana ini menyasar lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN), yang telah merespon positif terhadap rencana tersebut.
Menurut Asmawa, peran Pemkab Bogor dalam proyek ini adalah sebagai fasilitator, sementara pembangunan diserahkan kepada pihak swasta melalui skema business-to-business (B2B).
Ia menegaskan, “Silahkan investor-nya ada, tinggal PTPN sebagai pemilik kawasan…” — menunjukkan adanya kesiapan infrastruktur dan lahan.
Kemenhub, melalui lembaga seperti BPTJ, bahkan melakukan kajian mendalam terhadap potensi moda transportasi ini.
ini Salah satu rekomendasi dari BPTJ adalah kombinasi antara Kereta AGT dan kereta gantung, dengan estimasi biaya cukup besar, mencapai miliaran rupiah.
Sebagian kajian awal lain menunjukkan estimasi lebih moderat, sekitar Rp 756 miliar untuk jalur sepanjang 18 km, yang mencakup beberapa destinasi strategis di Puncak.
Pemkab Bogor juga pernah mengusulkan alternatif transportasi berbasis rel ringan (skytrain), yang menyasar penguatan konektivitas antar destinasi wisata di Puncak.
Konsep skytrain itu mencakup sekitar enam stasiun pemberhentian, mulai dari Rest Area Gunung Mas hingga Puncak Pass, dan disusun agar mendukung konektivitas antarkawasan wisata.
ini Direktur Lalu Lintas BPTJ menyebut bahwa skytrain lebih tepat berfungsi sebagai transportasi
Bagaimanapun, ide kereta gantung ini adalah salah satu dari beberapa opsi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, turut menyebut bahwa kereta gantung dapat menjadi infrastruktur penopang pariwisata sekaligus solusi
Penataan fasilitas wisata ini menjadi fondasi penting sebelum pelaksanaan skema transportasi baru.
ini Dukungan PTPN sebagai pemilik lahan menjadi elemen krusial yang memperlancar kelangsungan proyek tersebut.

