Bogor – Pengguna Hyundai Setelah menempuh perjalanan sejauh 80.000 kilometer, seorang pengguna Hyundai Ioniq 5 berbagi pengalamannya mengenai kelebihan dan kekurangan mobil listrik asal Korea Selatan tersebut.
Ioniq 5 merupakan salah satu mobil listrik paling populer di Indonesia sejak diluncurkan, terutama karena desain futuristik dan teknologi canggihnya.

Baca Juga : Napak Tilas Sejarah Kopi di Bogor, Pernah Jadi Bekal Perang untuk Pahlawan ke Medan Tempur
Pengalaman setelah 80.000 km ini menjadi penting sebagai referensi bagi calon pengguna, khususnya yang mempertimbangkan kendaraan listrik (EV) untuk penggunaan harian.
Dalam testimoninya, ia menyebut bahwa kenyamanan berkendara adalah salah satu nilai plus terbesar dari Ioniq 5.
Suspensi empuk, kabin luas, dan akselerasi halus membuat mobil ini sangat cocok untuk penggunaan jarak jauh maupun dalam kota.
Ia juga memuji kualitas fitur ADAS (Advanced Driver Assistance System) yang sangat membantu dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan saat berkendara.
Fitur seperti Lane Keeping Assist, Smart Cruise Control, dan Blind Spot Monitor bekerja optimal bahkan setelah penggunaan panjang.
Akselerasi dari 0-100 km/jam masih konsisten di kisaran sekitar 7 detik, tergantung kondisi baterai dan medan jalan.
Konsumsi daya listriknya pun cukup efisien, dengan rata-rata 13-15 kWh per 100 km, tergantung gaya berkendara.
Namun demikian, pengguna juga mencatat adanya beberapa kekurangan setelah penggunaan panjang.
Berdasarkan hasil pengisian penuh, kapasitas baterai mengalami degradasi sekitar 6-8%, meski ini masih tergolong normal.
Hal ini membuat jarak tempuh menurun dari awalnya 450 km menjadi sekitar 410–420 km dalam kondisi penuh.
Selain itu, pengguna juga mengeluhkan biaya penggantian ban yang cukup tinggi karena menggunakan ban khusus EV yang low rolling resistance.
Kekurangan lain adalah kurangnya jumlah SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di beberapa daerah.
Ia mengaku sempat mengalami kesulitan saat melakukan perjalanan ke daerah Jawa Tengah dan Timur karena jarangnya stasiun fast charging.
Untungnya, Hyundai menyediakan fitur navigasi khusus SPKLU yang cukup membantu, walau tidak semua stasiun tampil real-time.
Pengguna juga menyoroti bahwa proses pengisian daya cepat (DC Fast Charging) hanya bisa optimal di SPKLU tertentu.
Di beberapa stasiun, daya maksimum yang tersedia hanya 50 kW, padahal Ioniq 5 mendukung hingga 350 kW
