Dua Kecamatan di Kota Bogor Masuk Zona Rawan Bencana
Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, menetapkan Kecamatan Bogor Selatan dan Kecamatan Bogor Barat sebagai wilayah rawan bencana. Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengimbau masyarakat di dua kecamatan tersebut untuk lebih tanggap dan siap melakukan mitigasi sejak dini.
baca juga : Angin Kencang Rusak 3 Rumah Warga di Bogor
“Dua kecamatan ini relatif dianggap rawan bencana. Yang pertama adalah Bogor Selatan, dan yang kedua Bogor Barat,” ujar Dedie Rachim, Rabu (5/11/2025).
Warga Diminta Aktif Melakukan Mitigasi
Dedie menegaskan pentingnya langkah antisipasi dari masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Ia meminta warga untuk memahami potensi bahaya di lingkungannya serta aktif memberikan informasi jika terjadi tanda-tanda bencana.
“Dua kecamatan ini tentu harus bisa memitigasi, memetakan, dan memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat,” katanya.
Antisipasi Puncak Musim Hujan
Pemkot Bogor juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak musim penghujan yang diprediksi berlangsung hingga Januari 2026.
Menurut Dedie, perubahan iklim dan pemanasan global turut memengaruhi pola cuaca ekstrem di wilayah Bogor.
“Hujan ekstrem ini berkaitan dengan pemanasan global. Ada perubahan cuaca yang menyebabkan banjir lintasan, longsor, dan pohon tumbang,” ujarnya.
Lebih dari 1.000 Bencana Terjadi Setiap Tahun
Dari data Pemerintah Kota Bogor, setiap tahun terjadi lebih dari 1.000 kejadian bencana di wilayah tersebut. Karena itu, Dedie menekankan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana di musim hujan.
baca juga : Polisi Patroli Cegah Tawuran-Balap Liar di Bogor, Remaja Nongkrong Dibubarkan
“Dalam catatan Pemkot, ada lebih dari 1.000 bencana per tahun. Kondisi ini harus bisa diantisipasi dengan baik,” pungkasnya.






