Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Kecelakaan Pengendara Motor Tewas Tabrak Tiang Listrik di Duren Sawit Jaktim

KECELAKAAN TUNGGAL - Seorang pengendara motor mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Jenderal RS Soekanto, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Rabu (5/11/2025). (Tangkapan layar Kompas TV).
Skintific

Bogor – Kecelakaan Pengendara Motor tunggal kembali terjadi di wilayah Jakarta Timur. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan tewas di tempat setelah menabrak tiang listrik di kawasan Duren Sawit, pada Kamis dini hari (6/11/2025). Kecelakaan maut itu sontak menggegerkan warga sekitar, terlebih karena korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di pinggir jalan dengan motornya ringsek parah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Raden Inten II, tak jauh dari simpang Klender. Saat itu, situasi jalan sedang lengang. Menurut sejumlah saksi mata, korban yang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha NMax berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pondok Bambu menuju Kalimalang.

Skintific
Kecelakaan Pengendara Motor
Kecelakaan Pengendara Motor

Baca Juga : 2 Kecamatan di Kota Bogor Rawan Bencana, Ini Daftarnya

Namun tiba-tiba, motor korban oleng dan menabrak tiang listrik di tepi jalan. Benturan keras membuat korban terpelanting sejauh beberapa meter dan tidak sadarkan diri. Warga yang mendengar suara tabrakan keras segera berlarian ke lokasi untuk memberikan pertolongan, namun nyawa korban sudah tidak tertolong.

“Waktu itu saya lagi jaga warung, dengar suara benturan keras banget. Begitu lihat, motornya sudah rebah, dan pengendaranya tergeletak nggak bergerak. Kepalanya luka parah,” ujar Yudi (39), salah satu warga yang pertama kali tiba di lokasi kejadian.

Identitas Korban dan Penanganan Polisi

Korban diketahui bernama Fahrul Rizky (27), warga Pondok Kopi, Duren Sawit. Ia diduga hendak pulang ke rumah setelah bekerja di kawasan Cawang. Petugas kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Timur segera datang ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.

Setelah melakukan olah TKP, petugas mengevakuasi jenazah korban ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum. Motor korban yang mengalami kerusakan parah pada bagian depan juga telah diamankan sebagai barang bukti.

“Benar, telah terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Raden Inten, Duren Sawit, dini hari tadi. Korban meninggal dunia di tempat akibat benturan keras pada bagian kepala,” ujar Kanit Laka Lantas Polres Metro Jaktim, AKP Wahyu Trianto, saat dikonfirmasi.

Menurut Wahyu, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa korban melaju dengan kecepatan tinggi dan kehilangan kendali karena jalan yang sedikit menikung serta licin akibat sisa hujan. Polisi tidak menemukan tanda-tanda tabrakan dengan kendaraan lain.

“Kami menduga korban tidak dapat mengendalikan motornya karena kondisi jalan licin dan kecepatan cukup tinggi. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kejadian ini,” jelas Wahyu.

Kondisi Jalan dan Kurangnya Penerangan

Selain faktor kecepatan, warga juga menyoroti kondisi penerangan jalan umum (PJU) yang minim di kawasan tersebut. Beberapa lampu jalan diketahui mati sehingga membuat jarak pandang pengendara berkurang, terutama saat dini hari.

“Di sekitar lokasi memang agak gelap. Kalau malam, apalagi habis hujan, jalan jadi licin dan pandangan terbatas. Sudah sering juga ada motor hampir jatuh di situ,” ungkap Lina (45), warga sekitar.

Kondisi itu diperparah oleh adanya jalan bergelombang dan genangan air di beberapa titik, yang kerap membuat pengendara kehilangan keseimbangan. Warga berharap pemerintah kota segera memperbaiki fasilitas jalan dan menambah penerangan agar kecelakaan serupa tidak terulang.

“Kami sudah beberapa kali lapor ke pihak kelurahan dan dinas terkait supaya lampu jalan diperbaiki. Kalau dibiarkan, bisa bahaya lagi buat pengendara,” tambah Lina.

Polisi Imbau Pengendara Lebih Hati-hati

Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara motor di Jakarta Timur sepanjang tahun 2025. Polisi mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada malam atau dini hari ketika kondisi fisik mulai lelah dan jalan cenderung sepi.

“Banyak kecelakaan tunggal terjadi karena pengendara mengantuk atau terlalu ngebut di jalan yang sepi. Kami imbau untuk tetap waspada, gunakan helm berstandar SNI, dan pastikan kecepatan sesuai batas aman,” kata AKP Wahyu.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan PLN untuk melakukan pengecekan terhadap tiang listrik dan kondisi penerangan jalan di lokasi kejadian. Selain itu, patroli malam akan ditingkatkan di titik-titik rawan kecelakaan.

Duka Keluarga Korban

Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban di kawasan Pondok Kopi. Orang tua Fahrul tampak terpukul setelah mengetahui anak bungsunya meninggal dalam kecelakaan tragis itu. Menurut kerabat, korban dikenal sebagai pribadi yang ramah dan pekerja keras.

“Dia anaknya baik, nggak neko-neko. Katanya pulang lembur dari kantor. Nggak nyangka kejadian seperti ini menimpa dia,” tutur Rian, sepupu korban yang datang ke rumah duka.

Jenazah Fahrul rencananya akan dimakamkan sore ini di TPU Pondok Kelapa setelah disalatkan di masjid dekat rumah. Keluarga berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi para pengendara lain agar tidak memacu kendaraan secara berlebihan di malam hari.

Harapan untuk Keselamatan Pengendara di Jakarta Timur

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kombinasi antara kecepatan tinggi, kondisi jalan gelap, dan cuaca licin dapat memicu kecelakaan fatal kapan saja.

Warga Duren Sawit juga meminta perhatian pemerintah agar lebih serius menangani infrastruktur jalan dan penerangan umum, terutama di jalur-jalur yang sering dilewati kendaraan pada malam hari.

“Kalau penerangan cukup dan jalan bagus, pengendara bisa lebih waspada. Kami berharap pemerintah cepat tanggap,” pungkas Yudi, saksi di lokasi kejadian.

Kecelakaan di Duren Sawit ini menjadi peringatan tragis bahwa satu kesalahan kecil di jalan raya dapat berujung kehilangan nyawa. Kesadaran, kehati-hatian, dan kepedulian bersama terhadap keselamatan adalah kunci agar tragedi seperti ini tidak terus berulang di jalanan Jakarta.

Skintific