Bogor – PAM Jaya Buka Suara Proyek galian yang dikerjakan PAM Jaya beberapa waktu belakangan menjadi sorotan utama karena disebut sebagai salah satu penyebab utama kemacetan di beberapa ruas jalan Jakarta.
Menanggapi kritik tersebut, PAM Jaya secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kemacetan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, PAM Jaya telah melakukan berbagai upaya mitigasi agar proyek tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga : PBB Kota Bogor Naik Jadi 0,25 Persen, Kecuali NJOP di Atas Rp 10 Miliar
PAM Jaya menargetkan penyelesaian bagian proyek di area kritis paling lambat malam 12 Juni 2025, sebagai bentuk respons cepat terhadap dampak publik.
Dia menambahkan bahwa penanganan kemacetan tidak bisa hanya mengandalkan teknologi seperti ITCS—melainkan perlu koordinasi lintas instansi secara terintegrasi.
Pada sisi publik, keluhan terhadap proyek galian PAM Jaya juga ramai di media sosial. Seorang pengguna Reddit menuliskan bahwa proyek galian memanjang menyebabkan durasi perjalanan yang biasa hanya satu jam jadi hampir dua jam.
Komentar ini tersebut juga menyentil bahwa “galian di Pluit berlanjut hingga Menteng dan seterusnya… ini baru zona 1
Aspirasi ini mencerminkan keresahan warga terhadap kurang tersosialisasikannya rencana proyek, sehingga informasi dan perencanaan menjadi terbatas.
Di situ, ini lajur yang biasa dua kendaraan bersisian menyempit sehingga memicu antrean panjang, yang mencerminkan pola serupa di lokasi lain.
Dalam ini menghadapi keluhan publik, Pemprov DKI juga menyiapkan rencana jangka pendek dan menengah, terutama di area TB Simatupang dan Cilandak.
ini Tanggapan PAM Jaya ini penting sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi, sekaligus meredam keresahan publik yang berkembang di lapangan.
Kritik terhadap dampak kemacetan turut mengingatkan bahwa proyek pembangunan—meski penting—harus mempertimbangkan aspek kenyamanan publik.
ini Seiring itu, kebutuhan akan mekanisme komunikasi publik yang efektif dan cepat menjadi semakin mendesak.
Dashboard digital atau aplikasi tracking proyek bisa menjadi solusi agar warga bisa mengantisipasi rute perjalanan mereka.






