Bogor – Test Drive Penipu Awalnya tampak seperti transaksi jual beli biasa. Seorang pria di Bogor menawarkan motornya secara online, dan tak lama kemudian, datanglah seorang calon pembeli yang terlihat sopan dan meyakinkan. Tapi siapa sangka, di balik tutur kata yang ramah, ternyata tersembunyi niat jahat.
Motor itu akhirnya raib. Dibawa kabur saat “test drive”. Ya, test drive—modus klasik yang kembali memakan korban.
Berawal dari Iklan di Media Sosial

Baca Juga : Melacak Jejak Kutang Suroso Pelopor Industri BH Kelas Rakyat
Kejadian ini bermula saat korban, sebut saja Andi (29), mengiklankan sepeda motor kesayangannya di salah satu platform jual beli online. Tak lama kemudian, seseorang menghubungi dan menyatakan tertarik membeli. Mereka pun sepakat bertemu di kawasan Kecamatan Cibinong, Bogor.
Saat bertemu, calon pembeli tersebut tampil rapi, sopan, dan bahkan mengaku sudah sering beli motor dari online. Untuk meyakinkan, pelaku berpura-pura memeriksa mesin dan bertanya soal surat-surat.
“Dia minta izin test ride sebentar. Saya pikir gak apa-apa, kan kelihatan percaya diri dan serius beli,” ujar Andi saat membuat laporan di kantor polisi.
Sayangnya, itu adalah keputusan yang akan disesalinya. Begitu motor melaju, si pembeli gadungan tak pernah kembali.
Polisi Lacak Pelaku, Warga Diminta Waspada
Setelah menyadari dirinya ditipu, Andi langsung melapor ke pihak kepolisian. Kasus ini kini dalam penyelidikan Polsek Cibinong. Pihak kepolisian menyebut sudah mengantongi ciri-ciri pelaku dari keterangan korban dan rekaman CCTV sekitar lokasi.
“Kami imbau warga agar lebih berhati-hati dalam transaksi jual beli motor, terutama saat bertemu langsung dengan calon pembeli yang belum dikenal,” ujar Kapolsek Cibinong dalam keterangannya.
Modus test drive tanpa jaminan ini ternyata masih sering terjadi, apalagi di era digital di mana jual beli motor bekas lewat media sosial makin marak.
Pelajaran dari Kasus Ini: Jangan Terlalu Percaya di Pertemuan Pertama
Meski terlihat meyakinkan, pelaku penipuan sering kali bermain di psikologi korban. Mereka tahu cara bersikap, memilih kata, bahkan memanfaatkan kelengahan sesaat.
Berikut beberapa tips agar terhindar dari modus serupa:
-
Jangan pernah izinkan test drive tanpa jaminan kuat, seperti KTP asli + STNK pribadi.
-
Lakukan transaksi di tempat aman, misalnya kantor polisi atau ruang publik dengan CCTV.
-
Datang bersama teman atau keluarga, jangan sendiri.
-
Waspadai pembeli yang terlalu terburu-buru atau terlalu “manis” dalam bertransaksi.
Penutup: Satu Motor Mungkin Bisa Diganti, Tapi Kepercayaan?
Kasus ini jadi pengingat bahwa di balik dunia digital yang memudahkan segalanya, masih ada celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Satu momen lengah bisa berujung kehilangan besar.






